Pria dan Wanita

Aloohhaaaa Penabuluers!!

Tulisan kali ini adalah hasil observasi beberapa teman aku yang suka curhat ke aku plus hasil baca ulang buku-buku tentang linguistik (terutama linguistik Jerman).. hohoo

Biasa jadi ‘Tong Sampah’ alias tempat curhat bikin aku sering denger temen aku yang perempuan bilang, “ah, cowok mah bla bla bla, dsb. ga ngerti apa maunya!” sedangkan temen aku yang laki-laki bilang, “kok cewek tuh begini begitu yaaa? apa sih maunya?” Nah, Alhamdulillah waktu aku belajar mata kuliah Linguistik ada materi tentang Ragam Bahasa Pria dan Ragam Bahasa Wanita. Apaaan tuh?? Kue macam mana pula itu?? Let’s cekidot…

Dalam ilmu linguistik Jerman, Ragam Bahasa Pria dan Ragam Bahasa Wanita (Männersprache und Frauensprache) adalah ilmu yang membahas karakteristik Bahasa yang digunakan Pria dan Wanita. Kaya gimana tuh yaaa??

Karakterstik Ragam Bahasa Pria:

1. Mengatakan sesuatu secara langsung, bersifat dominan, objektif dan memiliki percaya diri tinggi.

2. Pria berbicara dengan bahasa yang lebih jelas dan lebih langsung dibandingkan wanita.

3. Kalimat-kalimat pria lebih tegas dan pasti.

 

Karakterstik Ragam Bahasa Wanita:

1. Mengatakan sesuatu dengan lemah lembut, sopan dan tidak menyakitkan.

2. Wanita lebih senang menyatakan sesuatu dengan kalmat tanya daripada menyatakan secara langsung.

3. Wanita memperhalus kalimatnya dengan mengatakan “mungkin”, “maaf”, “kan?” dll.

4. Mengatakan/menanyakan sesuatu secara berulang-ulang, karena sering merasa ragu-ragu.

Kenapa Ragam Bahasa Pria dan Wanita berbeda? Jawabannya adalah karena perbendaharaan kosa kata yang dimiliki pria dan wanita berbeda. Hah? apaan lagi tuh? Ini ada hubungannya sama ilmu psikologi perkembangan, sih. Pernah denger mitos tentang “Perkembangan bayi laki-laki adalah bisa berjalan kemudian berbicara, sedangkan perkembangan bayi perempuan adalah berbicara kemudian berjalan.”?? Jika diperhatikan memang biasanya sih perkembangan bayi seperti itu. Nah, sekarang misalnya ada sepasang bayi kembar laki-laki dan perempuan. Di usia 1 tahun bayi laki-laki bisa berjalan dan bayi perempuan mulai berbicara. Ketika bayi tersebut berusia 3 tahun, bayi mana yang memiliki kosa kata lebih banyak?  yaa, logika matematikanya sih yang perempuan yaaa, karena dia mulai mengenal kata lebih dulu dari sang bayi laki-laki. Begitulah kira-kira alasan mengapa wanita lebih banyak bicara (cerewet) dan lebih ekspresif, sedangkan laki-laki lebih to the point ketika bicara. Tapi ini hanya teori lhoo ya teman-temaaann. Pada kenyataannya pasti ada beberapa pengecualian.. hehehee

Jadi kesimpulannya, yuk mari saling memahami.. hehehehee